Perjalanan Umroh (Part 2)
Lanjutan dari cerita Perjalanan Umroh sebelumnya…
Perjalanan dari Mekkah ke Madinah ditempuh dalam waktu 5-6 jam. Di tengah perjalanan, sekitar 45 menit dari Madinah, rombongan kami singgah di Masjid Bir Ali untuk Miqot. Di sini kami sholat sunnah dua rakaat tahiyatul masjid, memastikan baju ihrom telah dikenakan dengan baik dan benar, kemudian mengucapkan niat umroh. Setelah niat diucapkan, maka larangan-larangan umroh mulai berlaku, seperti tidak boleh memakai wangi-wangian, tidak boleh memotong rambut, tidak boleh membunuh binatang dan mencabut tanaman, dan sebagainya.
Kami sampai di Mekkah sekitar pukul 11 malam waktu setempat. Setelah check in di hotel sebentar, menaruh barang, dan mengambil wudhu, kami langsung menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Umroh.
Pertama kali melihat Ka’bah… wow rasanya.. merinding. Allahu Akbar, Allah Maha Besar. Tapi saya tidak sampai menangis, mungkin karena kondisi tubuh yang sangat lelah dan mengantuk jadi kurang konsentrasi dan kurang menghayati.
Tawaf, Sa’i, kemudian Tahalul, semuanya dilaksanakan kurang lebih 2 jam. Mungkin karena tengah malam sehingga kondisi Masjidil Haram tidak terlalu ramai. Ketika tawaf pun tidak terlalu berdesakan. Alhamdulilah.
Keesokan harinya adalah hari bebas, jama’ah dapat melaksanakan ibadah sepuasnya di Masjidil Haram seperti tawaf, sholat, tilawah, dsb. Saya dan ibu tawaf mandiri kemudian berhasil sholat di Hijr Ismail dan memegang Ka’bah walaupun harus berdesakan dengan jama’ah lainnya.
Hari berikutnya kami berkeliling kota Mekkah untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah di zaman Rasulullah saw, seperti Jabal Tsur, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Padang Arafah, Mina, Muzdalifah. Terakhir, rombongan singgah di Masjid Ya Lam Lam untuk miqot. Setelah itu, kami menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umroh yang kedua.
Ah, sepertinya hari cepat sekali berlalu di sana. Keesokan harinya kami harus bersiap meninggalkan Mekkah. Setelah melaksanakan tawaf wada jam 2 pagi, kami melaksanakan sholat subuh di Masjidil Haram. Alhamdulillah saya dan ibu mendapatkan posisi di depan Ka’bah.
Kami check out dari hotel pukul 8 pagi untuk menuju Jeddah. Di sana kami singgah ke Masjid Terapung (nama sebenarnya Masjid Rahmah). Setelah itu kami menuju bandara King Abdul Aziz untuk kembali ke tanah air.
Alhamdulillah bersyukur tiada habisnya pada Allah yang telah memberikan saya usia dan rezeki untuk sampai ke Baitullah. Semoga Allah memberikan kesempatan kembali untuk saya dan keluarga saya agar dapat beribadah ke sana lagi. Aaamiin..
Semoga teman-teman yang membaca postingan ini juga Allah sampaikan usia dan rezekinya untuk dapat ke sana yaa.. Aaamiin :)


