I write to express, not to impress :)
Background Illustrations provided by: http://edison.rutgers.edu/

Perjalanan Umroh (Part 2)

Lanjutan dari cerita Perjalanan Umroh sebelumnya…

Perjalanan dari Mekkah ke Madinah ditempuh dalam waktu 5-6 jam. Di tengah perjalanan, sekitar 45 menit dari Madinah, rombongan kami singgah di Masjid Bir Ali untuk Miqot. Di sini kami sholat sunnah dua rakaat tahiyatul masjid, memastikan baju ihrom telah dikenakan dengan baik dan benar, kemudian mengucapkan niat umroh. Setelah niat diucapkan, maka larangan-larangan umroh mulai berlaku, seperti tidak boleh memakai wangi-wangian, tidak boleh memotong rambut, tidak boleh membunuh binatang dan mencabut tanaman, dan sebagainya.

Kami sampai di Mekkah sekitar pukul 11 malam waktu setempat. Setelah check in di hotel sebentar, menaruh barang, dan mengambil wudhu, kami langsung menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Umroh.

Pertama kali melihat Ka’bah… wow rasanya.. merinding. Allahu Akbar, Allah Maha Besar. Tapi saya tidak sampai menangis, mungkin karena kondisi tubuh yang sangat lelah dan mengantuk jadi kurang konsentrasi dan kurang menghayati.

Tawaf, Sa’i, kemudian Tahalul, semuanya dilaksanakan kurang lebih 2 jam. Mungkin karena tengah malam sehingga kondisi Masjidil Haram tidak terlalu ramai. Ketika tawaf pun tidak terlalu berdesakan. Alhamdulilah.

Keesokan harinya adalah hari bebas, jama’ah dapat melaksanakan ibadah sepuasnya di Masjidil Haram seperti tawaf, sholat, tilawah, dsb. Saya dan ibu tawaf mandiri kemudian berhasil sholat di Hijr Ismail dan memegang Ka’bah walaupun harus berdesakan dengan jama’ah lainnya.

Hari berikutnya kami berkeliling kota Mekkah untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah di zaman Rasulullah saw, seperti Jabal Tsur, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Padang Arafah, Mina, Muzdalifah. Terakhir, rombongan singgah di Masjid Ya Lam Lam untuk miqot. Setelah itu, kami menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umroh yang kedua.

Ah, sepertinya hari cepat sekali berlalu di sana. Keesokan harinya kami harus bersiap meninggalkan Mekkah. Setelah melaksanakan tawaf wada jam 2 pagi, kami melaksanakan sholat subuh di Masjidil Haram. Alhamdulillah saya dan ibu mendapatkan posisi di depan Ka’bah.

Kami check out dari hotel pukul 8 pagi untuk menuju Jeddah. Di sana kami singgah ke Masjid Terapung (nama sebenarnya Masjid Rahmah). Setelah itu kami menuju bandara King Abdul Aziz untuk kembali ke tanah air.


Alhamdulillah bersyukur tiada habisnya pada Allah yang telah memberikan saya usia dan rezeki untuk sampai ke Baitullah. Semoga Allah memberikan kesempatan kembali untuk saya dan keluarga saya agar dapat beribadah ke sana lagi. Aaamiin..


Semoga teman-teman yang membaca postingan ini juga Allah sampaikan usia dan rezekinya untuk dapat ke sana yaa.. Aaamiin :)

Perjalanan Umroh (Part 1)

Alhamdulillah wa syukurillah, akhirnya saya bisa mewujudkan salah satu impian masa kecil saya, yaitu beribadah di tanah suci, mengunjungi makam Rasulullah saw dan sholat di depan Ka’bah, yang biasanya hanya bisa dilihat di foto atau di sajadah saja. Alhamdulillah… rasa syukur yang tiada terkata atas kesempatan yang Allah beri. Apalagi saya ke sana bersama Ibu, my love of my life, semakin menambah indahnya perjalanan ini :).


Jadi sekarang saya ingin berbagi bagaimana pengalaman saya ke sana, siapa tahu teman-teman ada yang sedang mempersiapkan keberangkatan atau sedang memantapkan niat untuk ke sana. Semoga Allah mudahkan teman-teman yang belum ke sana untuk segera menyusul. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.


Well, saya berangkat tepatnya tanggal 11 Januari 2017 menggunakan travel NRA yang berkantor di Mampang Prapatan. Kok jauh ya? haha. Ya setelah tanya rekomendasi travel yang bagus ke sana-sini katanya NRA bagus. Apalagi saya pergi bersama Ibu jadi saya ingin yang senyaman namun masih masuk budget.

Saya sudah cuti dari tanggal 10 Januari 2017 karena hari itu ada acara manasik yang diadakan oleh NRA sekaligus menyerahkan koper besar untuk dibagasikan. Fyi sebelum keberangkatan NRA hanya mengadakan manasik sekali saja dan satu hari sebelum keberangkatan pula, jadi kita harus belajar sendiri dulu yaa sebelumnya biar tidak buta-buta amat kalau pakai travel ini.

Kemudian pada tanggal 11 nya saya berangkat dengan penerbangan siang hari dari Jakarta ke Jeddah dalam waktu 10 jam. Sesampainya di Jeddah sekitar jam 7 malam langsung menaiki bus ke Madinah. Perjalanan Jeddah-Madinah ditempuh sekitar 5-6 jam. Sesampainya di Madinah sudah lewat tengah malam langsung check in di hotel yang jaraknya lumayan tidak terlalu jauh (tapi lumayan capek juga kalau jalan) dari Masjid Nabawi, selurus dengan Gate 26.

Saya hanya memejamkan mata sebentar lalu bersiap berangkat ke Masjid Nabawi pukul 03.30. Subuh di sana pada waktu itu adalah pukul 05:45. Memang kita harus berangkat lebih awal agar dapat tempat di dalam. Sambil menunggu kita bisa sepuasnya sholat, berdo’a, tilawah dan minum air zam-zam yang tersedia di semacam tong-tong di dalam masjid.

Setelah sholat subuh saya kembali ke hotel untuk sarapan, setelah itu bersiap untuk ziarah ke makam Rasulullah dan Roudhah. Fyi Roudhah adalah tempat yang sangat mustajab untuk berdo’a apalagi kalau bisa sholat di sana. Masalahnya sangat sulit untuk berdiri di sana apalagi sholat karena saking berdesakannya. Wilayah Roudhah dibagi antara laki-laki dan perempuan dengan dibatasi oleh sekat. Wilayah laki-laki lebih luas daripada perempuan padahal pengunjung sangat banyak sehingga cukup drama lah di wilayah perempuan. Ibu sampai mau menyerah dan keluar saja namun Alhamdulillah ada pembimbing yang menjaga sehingga ada sedikit ruang untuk sholat dan bersujud di sana.

Setelah ke Roudhah seharusnya dilanjutkan ziarah ke Makam Baqi, yaitu makam sahabat-sahabat dan istri-istri Rasulullah saw (kecuali Khadijah r.a) serta penduduk Madinah. Namun makam Baqi dibuka hanya pagi hari dan perempuan dilarang masuk sehingga saya tidak kesana.

Pada hari Jum’at tanggal 13 Januari 2017, dilanjutkan dengan city tour Madinah yaitu mengunjungi Masjid Kuba, Kebun Kurma, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, dan kawasan perang Khandak.

Keesokan harinya tanggal 14 Januari 2017 saya check out dari hotel dan menuju Masjid Bir Ali untuk Miqat umroh dan dilanjutkan perjalanan ke Mekkah.

…..to be continued…………..

Tidak akan pernah aku meminta lagi atau bertanya lagi tentang sesuatu yang selalu terpaksa kau beri dan kau jawab.
Perhatian.


Selalu kau terlalu sibuk untuk sekadar bertanya kabarku atau menjawab pertanyaanku. Tapi selalu kau ada waktu untuk membuka sosial mediamu.
Prioritas.

I’m just wondering why…
You always say you’re busy but you still have time to post on your social medias, comment and like other’s photos.
Now I know the reason why:
It’s simply because I’m not your priority :’)

I’m just wondering why…
You always say you’re busy but you still have time to post on your social medias, comment and like other’s photos.

Now I know the reason why:
It’s simply because I’m not your priority :’)

Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai daripada seorang mukmin yang lemah, dan masing-masing berada dalam kebaikan. Bersungguh-sungguhlah pada perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu katakan: ‘Seandainya aku berbuat demikian, pastilah akan demikian dan demikian’ Akan tetapi katakanlah: ‘Qoddarallah wa maa syaa fa’ala (Allah telah mentakdirkan hal ini dan apa yang dikehendakiNya pasti terjadi)’. Sesungguhnya perkataan ‘Seandainya’ membuka pintu perbuatan setan. By HR. Ahmad 9026, Muslim 6945, dan yang lainnya

Reblogged from isnidalimunthe  173 notes

isnidalimunthe:

“You might be married to the worst man ever, like Asiyah was married to Fir’aun - but it didn’t change her and her loyalty and love to Allah. 

You might be married to the best of men, like Prophet of God, and still not enter Heaven - like the wife of Nabi Lut a.s. 

You might be not married to any man, like Maryam (alaiha salam), and Allah can make your rank higher than any woman on the Earth. 

Know your priorities. Love and trust is with Allah first.”

Dr Muḥammad Ṭāhir al-Qādrī :)

Love and trust is with Allah first ❤