Thanks God, my mom is my mom!

Ketika saya duduk di kelas 6 SD dahulu, saya begitu khawatir tidak dapat masuk SMP favorit seperti keinginan bapak dan ibu. Tapi ibu berkata “Sesa tetap akan jadi anak ibu walaupun sekolah di SMP swasta sekalipun”. Kemudian ternyata saya memang masuk SMP favorit pilihan saya, ya lumayan lah walaupun bukan yang terfavorit di Bogor seperti yang bapak inginkan.

Ketika saya duduk di kelas 3 SMP dahulu, saya begitu khawatir tidak dapat masuk SMA terfavorit se-Bogor seperti keinginan bapak. Tapi ibu berkata “Sesa tetap akan jadi anak ibu walaupun sekolah di SMA yang passing grade-nya rendah sekalipun”. Kemudian ternyata saya masuk SMA terfavorit ke-2 di Bogor. Tapi lagi-lagi saya mengecewakan bapak.

Ketika saya duduk di kelas 3 SMA dahulu, saya begitu khawatir tidak dapat masuk ITB seperti keinginan bapak, bahkan saya sangat takut tidak bisa masuk PTN manapun. Tapi ibu berkata “Sesa tetap akan jadi anak ibu walaupun sekolah di universitas swasta. Nanti kalau tidak diterima di PTN kita coba daftar di Pancasila ya”. Kemudian ternyata saya memang tidak lolos USM ITB tapi Alhamdulillah saya masuk FE UI walaupun untuk kesekian kalinya saya mengecewakan bapak.

Kini saya duduk di semester 8 (semoga jadi semester terakhir..aamiin) di FE UI, saya begitu khawatir tidak bisa lulus cepat, atau tidak mendapatkan pekerjaan seperti yang bapak dan ibu harapkan . Tapi lagi-lagi ibu selalu menghibur dan tentunya bagimanapun hasilnya nanti saya akan tetap jadi anaknya ibu.

Ibu akan selalu menerima saya bagaimanapun keadaan saya, bahkan misalnya jika seluruh orang di dunia ini membenci saya. Ibu tidak pernah menuntut saya harus begini atau begitu, pokoknya ia mendoakan yang terbaik saja.

Terima kasih Ya Allah ibuku adalah ibuku… :’)